DINAMIKA PROSES PEMBELAJARAN SECARA STRUKTUR MELALUI PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN LINGKUNGAN SOSIAL
Theresia Octavia Rosario, Mutia Dwi Oktyasari, Oktavianus Bili Nanga
theresiarosario123@gmail.com
Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Kanjuruhan Malang
Abstrak. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah mengembangkan pola pikir peserta didik melalui proses yang struktur lewat psikologi dan lingkungan sekitar. Secara luas psikologi dan lingkungan sekitar sangat berguna atau bermanfaat bagi peserta didik. Dari proses kegiatan belajar mengajar,memiliki tujuan untuk menciptakan peserta didik yang unggul, berkualitas dan berkarakter sehingga mampu atau memiliki pandangan yang kuat akan masa depan peserta didik tersebut. Dalam hal ini peserta didik mampu memiliki motivasi diri untuk menjadi lebih baik dan berguna bagi peserta didik itu sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam kegiatan pembelajaran ini terdapat sebuah proses interaksi antara pendidik dan peserta didik yang menjadikan seseorang yang berkompetensi dalam pendidikan. Lingkungan pembelajaran juga berpengaruh dalam pola pikir peserta didik. Karena dengan hal ini lingkungan pembelajaran melatih para peserta didik menjadi lebih optimal dan lebih baik dalam belajar dam memahami materi yang telah di sampaikan oleh pendidik. Dalam sistem pembelajaran bukan hanya dituntut untuk pandai secara akademik, melainkan juga dengan cara peserta didik dalam berkarakter. Jika peserta didik sudah memiliki pembelajaran pendidikan yang baik ditambah dengan memiliki karakter yang mencukupi, maka akan menjadi sempurna proses pendidikan tersebut. Pendidikan ini menjadi acuan untuk menjadikan generasi-generasi millenium yang mampu mengembangkan segala potensi peserta didik itu sendiri. Memahami psikologi pembelajaran pendidikan para peserta didik sangat penting untuk dilakukan oleh pendidik. Oleh karena itu, memahami psikologi pendidikan anak dengan baik, hal ini bisa diterapkan pendidik dalam sistem pembelajaran untuk terus mengembangkan setiap potensi-potensi yang ada pada diri peserta didik.
Kata kunci : psikologi pembelajaran, lingkungan sosial
PENDAHULUAN
Pendidikan sangatlah penting bagi manusia, karena dengan pendidikan kita mampu menjadi manusia yang utuh dan kategori manusia yang sempurna. Pendidikan sangat berperan bagi perilaku dan sikap manusia, terutama pada perkembangan anak. Tujuan dari pendidikan pada anak adalah untuk menciptakan yang unggul, berkualitas dan berkarakter sehingga mampuy atau memiliki pandangan yang kuat akan masa depannya. Serta memiliki motivasi diri untuk menjadi lebih baik dan berguna bagi dirinya, orang lain, dan bangsa Indonesia. Pendidikan juga bisa diartikan dengan bimbingan atau bahan percobaan anak agar menjadi pribadi yang mampu bertanggung jawab dan pendidikannya, masa depan dirinya.
Pendidikan bukan hanya dari segi pokok materinya saja, tapi bisa dari pendidikan psikologinya saja. Pendidikan psikologi juga sangat bermanfaat bagi perkembangan anak. Dengan pendidikan untuk anak, kita bisa menjadikan anak menjadi pribadi yang baik karena dari walaupun psikologi tadi, anak jadi termotivasi untuk bersikap baik. Psikologi juga diartikan dengan jiwa dari anak tersebut. Artinya dengan adanya psikologi pendidikan, anak mampu mengatur jiwa mereka dengan seimbang.Pada secara psikologi, para guru juga bisa menerapkannya dalam praktek. Prakteknya bisa dari kegiatan sehari-hari. Disinilah peran guru sangat penting bagi perkembangan pendidikan psikologi anak. Anak akan cenderung meniru dari apa yang telah di contohkan gurunya. Bukan hanya dari segi gurunya saja pihak sekolah, kepala sekolah, komite sekolah, orang tua, peserta didiknya juga masyarakat harus ikut serta dalam perkembangan anak secara psikologis.
METODE
Metode dalam penulisan karya ilmiah menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan didukung dari berbagai informasi dan teori yang relevan. Hal ini seperti dikemukakan dalam Blogdan & Biklen (1982) yang mengemukakan bahwa metode penelitian kualitatif digunakan untuk menemukan makna dari sebuah penelitian dengan latar alami (Natural Setting) sehingga dalam penelitian ini akan menemukan sebuah makna yang akan berguna terhadap konteks penelitian yang dimaksud.
Selain menggunakan latar alami ( Natural Setting) peneliti menggunakan berbagai teori relevan sebagai dasar teori atau Grand Theory yanga kan mendukung dari semua proses analisa untuk menemukan makna dari penelitian ini. Hal ini juga seperti yang kemukakan oelh Hermino (2017) bahwa kajian teori yang relevan dan informasi dari latar alami akan memperkuat penemuan makna dari sebuah penelitian kualitatif.
TEMUAN
Dari berbagai sumber-sumber yang penulis baca maupun yang dilihat secara langsung, permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebagai berikut:
3.1 Perkembangan teknologi
Perkembangan dari teknologi juga membuat permasalahan yang menjadi kasus yang saat ini merajalela. Dan teknologi ini sebaiknya dimanfaatkan secara baik, karena hal ini bisa merugikan pihak yang merasa dirugikan. Dalam hal ini perkembangan teknologi bisa membuat orang kecenderungan terhadapa teknologi. Bisa dijelaskan teknologi memang memiliki hal yang positif bagi perkembangan diri manusia. Positifnya adalah kita bisa memperoleh pengetahuan yang baru dan bia mngetahui dunia luar dengan baik. Hal ini membuat seseorang lebih bisa mengetahui ilmu yang ada diluar bukan hanya dari dalam saja. Kerugian dari teknologi ini adalah dengan teknologi adalah seseoramg yang cenderung sudah termakan oleh zaman teknologi, mereka akan cenderung semuanya dari teknologi, tapi tidak memperhatikan dari sisi lingkungan sekitanya.
Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Jika seseorang ketinggalan teknologi akan menimbulkan kesalah pahaman tentang teknologi. Orang-orang yang kurang tahu teknologi mereka akan menjadi primitif dan tidak tau tentang dunia luar. Perkembangan ini juga digunakan untuk kemajuan bangsa tersebut. Karena bangsa itu dilihat dari budaya orang yang memuat pada perkembangan teknologi. Dalam hal ini membuat orang akan lebih maju dalam perkembangan teknologinya.
3.2 Orang tua yang kurang memahami
Dalam hal ini perkembangan anak sangat diperlukan dalam mengembangkan diri anak tersebut. Jika orang tua memahami tentang perannya sebagai orang tua, mereka akan cenderung lebih perhatian kepada anaknya. Hal ini orang tua harus tahu tentang perkembangan anaknya, agar anak juga bisa memahami orang tuanya serta mereka akan menjadi lebih baik dalam hal apapun. Orang tua harus lebih mengetahui karakter anak. jika orang tua tidak memahami karakter anak lebih mendalam, anak tidak akan terurus dan tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya.
Perkembangan anak sangatlah penting dalam peran orang tua. Jika orang tuanya mencontohkan hal yang bermanfaat bagi anaknya akan menjadikan acuan anaknya menjadi lebih baik lagi daam hal apapun.
PEMBAHASAN
4.1 Pendidikan
4.1.1 Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengoptimalkan dan mengembangkan potensi yang ada pada diri manusia itu sendiri. Pendidikan, sebagai hak asasi manusia yang mendasar, dianggap sangat penting dan strategis mengembangkan sumber daya manusianya. Hak atas pendidikan memberlakukan kewajiban terhadap negara untuk memastikannya bahwa semua anak dan warga negara memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhan belajar dasar mereka.
Pendidikan dalam hal mengendalikan seluruh kemampuan apa diri manusia tersebut dari segi agama, kreativitas, potensi. Potensi tersebut dapat dikembangkan dalam secara sinifikan karena adanya dorongan dari segi pendidikan untuk terus maju dan menjadi lebih baik. Pada dasarnya pendidikan merupakan sebuah proses menjadi lebih baik, menjadikan seseorang untuk tumbuh dan berkembang sejalan dengan bakat, sikap, kemampuan, serta hati nuraninya dalam proses pembelajaran. Pendidikan juga bermakasud untuk mengarahkan anak didiknya menjadi pribadi yang unggul pada proses pematangan pada ahlaq dan agamanya. Pendidikan dimaknai dengan tindakan dalam pribadi atau watak, pemikiran dan perilaku manusia tersebut. Pendidikan pada hakekatnya ialah proses pembebasan dari peserta didik dalam mempercepat pembelajaran sedemikian rupa sehingga generasi penerus atau dipersiapkan dengan baik untuk orang dewasa.
Pendidikan di Indonesia memiliki visi dan misi. Visi pendidikan Indonesia adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berahlaq, keahlian, berdaya saing, maju, dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, bertaqwa, berahlaq mulia, cinta tanah air, berdasarkan hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kinerja yang tinggi serta displin.
Misi pendidikan di Indonesia adalah yang pertama mewujudkan sistem dan pendidikan yang baik yang berguna untuk mewujudkan dan meningkatkan pendidikan yang berwawasan, cerdas, disiplin, bertanggung jawab. Yang kedua, meningkatkan kualitas kebudayaan sosial. Yang ketiga meningkatkan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Yang keempat meningkatkan sumber daya manusianya sehingga dapat memberdayakan manusianya secara maksimal.
Dalam pendidikan harus memuat tentang pembangunan perdamaian dan perlindungan anak dapat dilakukan secara intepretasi berdasarkan yaitu pendidikan yang kuat dalam keluarga, pentingnya perhatian pada sosial di luar sekolah, lingkungan di lingkungan sekolah, menguatkan teman pertemanan di sekolah, suasana di kelas, metode pembinaan oleh guru, memperkuat peran mengajar sebagai pendidik, memperkuat hubungan guru-siswa-orang tua, habituasi pembebasan, pendidikan karakter akulturasi dalam sistem pembelajaran, memperkuat pendidikan karakter dan memperkuat peran kepala sekolah.
4.1.2 Makna Pendidikan
Pendidikan adalah sebuah usaha mencapai tujuan untuk memaksimalkan potensi dalam proses belajar mengajar. Serta meningkatkan manusia menuju dalam kedewasaan diri. Potensi dalam hal apapun kita bisa kembangkan semua kemampuan itu. Dalam hal ini proses pembelajaran adalah mengembangkan kreativitasnya, dengan melakukan sebuah proses yang membentuk pribadi itu sendiri yang mengusahakan menjadi lebih dewasa. Bagi mereka yang sudah dewasa mereka juga masih dituntut untuk mengembangkan diri dari segi yang telah lebih tinggi sejalan dengan meningkatkan tantangan hidup yang selalu berubah dan tidak tetap di tantangan yang monoton hanya itu saja. Makna dari pendidikan sendiri adalah pendidikan untuk memelihara dan memperbaiki kehidupan suatu masyarakat terutama membawa individu baru untuk menunaikan kemampuan dan tanggung jawabnya didalam masyarakat.
4.1.3 Unsur-Unsur Dalam Pendidikan
Pendidikan bukan hanya memiliki visi, misi dan makna. Dalam pendidikan terdapat beberapa unsur-unsur yang perlu diketahui adalah yang pertama peserta didik yaitu objek yang menjadi bahan atau fokus dalam proses pembelajaran pendidikan. Peserta didik ini merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh dari aspek pendidikannya, serta hanya peserta didik yang yang bisa menuntut dirinya sendiri untuk belajar tentang ilmu pengetahuan untuk masa depannya nanti. Yang kedua adalah pendidik adalah orang yang bertanggung jawab atau proses belajar mengajar terhadap proses pendidikan yang sedang berlangsung. Pendidik itu diartikan yang lebih jelas adalah untuk mewujudkan pendidik yang unggul dan bermutu yang dijadikan sebagai sarana dalam mengembangkan pola pikir anak dan sumber daya manusian. Sehubungan dengan potensi pendidik adalah seorang guru juga harus memahami dan mengetahui pemahaman tentang pendidikan itu sendiri. Pendidik juga harus paham akan proses pembelajaran yang sedang berlangsung terhadap anak-anak atau peserta didik yang mengikutinya. Nilai dari pengembangan pendidik adalah dari pengembangan pribadinya atau peserta didik untuk menjadi yang lebih baik. Pendidik harus juga mempunyai ide yang lebih luas dalam pendidikan dan mampu menjadikan peserta didik menjadi unggul dalam belajar dan kepribadian. Upaya dalam mengembangkan potensi pendidik adalah dengan menjunjungnya profesionalisme dalam dirinya. Kualiatas profesionalisme yaitu keguruan untuk mencapai penampilan perilaku yang baik, meningkatkan citra dari profesinya, dan mengajar kualitas dan cita-cita dalam profesi serta memiliki perasaan bangga terhadapa profesinya. Yang ketiga adalahiInteraksi edukatif adalah hubungan timbal balik antara peserta didik dengan pendidik. Hubungan atau interaksi ini harus dibina dengan baik karena jika hubungan ini tidak berjalan dengan baik, maka proses pendidikan akan kacau atau tidak dapat berjalan dengan baik. Yang keempat adalah tujuan pendidikan adalah proses pendidikan yang mau dimana atau kearah mana pendidikan ini akan di tujukan. Suatu proses pendidikan harus memiliki tujuan yang mendasar agar tujuan bisa terkendali. Yang kelima adalah materi pendidikan adalah pengaruh yang diberikan dalam perkembangan, dalam materi pendidikan didalamnya memuat soal pendidikan atas materi yang dapat acuan dalam proses belajar mengajar. Yang keenam adalah metode dan teknik adalah tata cara yang digunakan dalam pembelajaran yang kemudian dijadikan acuan dalam proses pembelajaran. Yang ketujuh, lingkungan pendidikan adalah tempat yang dijadikan untuk proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Lingkungan pendidikan sangat berpengaruh bagi proses pendidikan. Jika lingkungan dalam pendidikan tidak menandai dan tidak layak maka terdapat pengaruh yang sangat besar, anak-anak atau peserta didiknya akan merasa tidak nyaman.
4.1.4 Kurikulum Pendidikan
Didalam pendidikan terdapat kurikulum, kurikulum sangatlah diperlukan dalam proses kegiatan pembelajaran. Pada hakekatnya kurikulum merupakan suatu rancangan atau rencana yang terkait dengan peraturan-peraturan yang isinya tentang tujuan, isi, bahan ajaran, cara-cara yang digunakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan pembelajaran pendidikan di Indonesia. Kurikulum merupakan proses pembelajaran yang memiliki tujuan, memiliki aturan, memiliki acuan agar mendapatkan hasil yang maksimal atau hasil yang memuaskan.
Fungsi dari kurikulum adalah agar setipa individu mampu menyesuaikan dirinya terhadap lingkungannya, mendidik pribadi-pribadi yang baik, memberikan pelayanan terhadap perbedaan diantara individu di setiap masyarakat, mempersiapkan siswa agar mampu mewujudkan studi lebih lanjut agar jangkauan dalam berpendididkan lebih luas, mampu memilih apa yang diinginkannya atau diminatinya serta membantu dan mengarahkan peserta didik mengembangkan potensi, minatnya dalam pendidikan dan mampu memahami dan menerima dirinya.
Dalam kurikulum terdapat beberapa komponen-komponen yaitu yang pertama komponen tujuan. Komponen Tujuan adalah di dalamnya memiliki pewenang untuk mengerahkan semua kegiatan pembelajaran yang dijadikan komponen-komponen kurikulum. Yang kedua komponen isi materi. Sama dari semua komponen atau kegiatan yang di susun secara maksimal untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Yang ketiga komponen proses. Segala kegiatan yang bersifat pembelajaran yang dilakukan antar guru dan siswa. Dalam proses pembelajaran komponen ini termasuk paling penting dari segi apapun karena segala pemikiran atau strategi pemberdayaan guru disampaikan kepada peserta didik. Yang keempat komponen evaluasi. Komponen ini ditujukan kepada para pendidik untuk pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan secara praktis serta menilai dari proses-proses pelaksanaan pembelajaran tersebut.
Misalnya dari kurikulum berbasis karakter di sekolah Katolik Anak Usia Dini, didalam menentukan kurikulum berbasis karakter di sekolah Katolik Anak Usia Dini yaitu perencanaan, pengorganisasian, implementasi, kontrol, dan mendukung dan menghambat faktor tentang penerapan kurikulum berbasis karakter di sekolah Katolik.
4.1.5 Pendidikan dalam Sosiologi dan Antropologi.
Dalam proses pendidikan membutuhkan interaksi atau hubungan timbal balik antar manusia. Dapat diartikan sebagai sosiologi. Sosiologi adalah segala hubungan tingkah laku yang dilakukan manusia. Perilaku tersebut bisa terbagi menjadi dua (2) yaitu perilaku positif dan perilaku negatif. Perilaku itu dilakukan untuk membangun kepribadian manusia yang bisa dimengerti dari tujuan, cita-cita atau nilai-nilai yang ditentukan sejak awal. Sosiologi ini juga bisa diartikan dengan interaksi kelompok dalam bermasyarakat. Bisa diketahui bahwa berpendidikan dalam bermasyarakat sangat diperlukan, karena dengan bermasyarakat mampu menjadikan seseorang berkepribadian yang baik dn matang sehingga bisa menyokong masa depan yang baik pula. Bisa ditegaskan bahwa perkembangan akan tumbuh kembang anak, juga dipengaruhi dengan lingkungan masyarakatnya. Proses interaksi ini menjadikan anak-anak lebih bisa bersikap kepemimpinan.
Secara garis besar tingkah laku manusia berpengaruh pada sisi sosialnya. Pendidikan bersosialisasi membutuhkan interaksi yang kuat antar manusia. Misalnya guru dan peserta didik atau murid, karena guru dan murid adalah aspek dasar yang dilakukan sosiologi pendidikan.
Dalam pendidikan tidak hanya monoton pada interaksi sosialnya saja tapi juga pendidikan tentang budaya, seperti pada antropologi pendidikan. Perlu diketahui bahwa antropologi pendidikan merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat. Antropologi juga mempelajari tentang kebiasana-kebiasan tentang terjadi pada budaya pendidikan. Antropologi pendidikan adalah sebuah sistem pendidikan yang mempelajari tentang manusia dan perilakunya yang berhubungan dengan pendidikan. Dalam sistem pendidikan antropologi meliputi sistem kekerabatanya dan keturunannya. Jika dalam pendidikan sistem keturunannya, misalnya seorang keturunan keluarganya dari orang mapu mungkin bisa juga sistem pendidikannya lebih bagus begitu pula sebaliknya, jika keturunannya dari keluarga yang kurang mampu mungkin sistem pendidikan yang di dapat kurang baik atau belum mencukupi.
Bisa diartikan bahwa sosiologi dan antropologi pendidikan sangat dibutuhkan dalam pembelajaran karena melibatkan masyarakat dan kebudayaannya. Apabila dalam sebuah kajian materi antropologi dan sosiologi pendidikan disajikan pada pembelajaran dapat menghasilkan individu yang ahli pengetahuan tentang berkemanusiaan dankebudayaan. Disamping itu pula, antropologi dan sosiologi merupakan alat telaah terhadap praktik-praktik pendidikan di lingkungan masyarakat yang didalamnya terdapat kebudayaan-kebudayaan di daerah tersebut, misalnuya pada adat istiadat yang ada di daerah tersebut yang mengandung arti dan makna persatuan atau interaksi masyarakatnya yang saling berkesinambungan antar individunya. Adat istidat bisa dilakukan dari upacara adat, tarian khas, lagu khas, cara berpakaian, cara berbicaranya, kesenian lainya yang khas dan ciri-ciri dari manusianya itu sendiri.
Manusia dalam berinteraksi membutuhkan manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, oleh karena itu manusia adalah makhluk sosial. Di dalam diri manusia terdapat dua (2) kepentingan yaitu kepentinga pribadi dan kepentingan bersama. Kepentingan pribadi artinya kepentingan yang secara privasi pada dirinya tidak bisa diganggu gugat oleh pihak manapun karena sifatnya lebih pribadi atau lebih tertutup. Sedangkan kepentingan bersama artinya kepentingan itu didasarkan manusia yang berada pada kelompok yang didalam memiliki kepentingan yang sama dan tujuan yang sama, yang ingin mencapai kepentingan bersama ini didasarkan juga pada kebutuhan makhluk sosial. Kepentingan-kepentingan itu terkadang saling berkaitan satu sama lain. Keterkaitan tersebut muncul penelaan dan penerimaan yang akhirnya terjadi etika dalam bermasyarakat.
Jurgen Habenuas (2001) mengemukakan bahwa, masyarakat memiliki tiga (3) jenis kepentingan yang memiliki pendekatan rasio berbeda. Pertama, kepentingan teknis (objective welt). Halini sangat kuat berhubungan dengan penyediaan sumber daya natural dan juga kera (instrumentalis). Kedua, kepentingan interaksi (social welt). Ini merupakan kepentingan praktis yang sesuai dengan hakekat manusia sebagai makhluk sosial. Ketiga, kepentingan kekuasaan. Di satu sisi, hal ini berhubungan erat dengan distribusi kekuasaan dalam masyarakat. Di sisi lain, adanya sebuah kebutuhan dasariah manusia untuk membebaskan diri dari segala bentuk dominasi atau kebebasan (freiheit). Freiheit, yang menurut Sartre sebagai menuju syarat utama yang mendorong eksistensi manusia menuju peradaban yang maju.
Manusia sebagai makhluk sosial sehingga tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Dalam hal ini dukungan dalam hal apapun yaitu hubungan sosialnya dapat diartikan dengan tingkah laku di dalam lingkungan masyarakat. Dalam hal ini juga masyarakat individu merasa apa yang diperoleh dari dukungan sosial tersebut agar memberikan hasil keuntungan berpengaruh pada tingkah laku penerimaannya, hal yang harus dipahami atau diperhatikan oleh individu dalam dukungan sosial adalah tentang keberadaan dan ketepatan dukungan siosial bagi seseorang. Disanalah letak titik ukur manusia dalam bermasyarakat yang tepat.
4.2 Psikologi
4.2.1 Pengertian Psikologi Pendidikan
Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya mestilah berinteraksi dengan manusia lainnya. Interaksi yang terjadi bukan hanya dari manusia ke manusia tetapi juga dengan lingkungandisekitarnya. Dari sifat sosialnya ini dapat membawa pengaruh yang besar terhadap berbagai segi dari proses kehidupannya yang didasari maupun tidak didasarinya. Contohnya seorang orang tua dalam mendidik anaknya mengikuti ajaran dalam mendidik seperti yang dilakukan orang tuangnya dulu dalam mendidik. Dalam hal inilah kita tidak menyadarinya jika kita telah belajar tentang psikologi itu sendiri.
Psikologi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari tentang perilaku atau sikap yang dapat dikendalikan. Hakekatnya psikologi adalah menelaah tentang jiwa dan mental pada setiap individu yang terjadi karena lingkungan sekitarnya. Di dalam psikologi juga diajarkan bagaimana kita berkarakter yang baik dan berpudi pekerti. Pendidikan ialah proses memanusiakan manusia yang didalamnya membangun motivasi dalam diri manusia ubntuk tetap berusaha meraih apa yang inigin dicapai. Oleh karena itu psikologi pendidikan adalah psikologi lebih khusus menguraikan secar jelas tentang perilaku-perilaku, kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas manusia dalam interaksinya terhadap pendidikan. Psikologis pendidikan dimaksudkan untuk memberikan pengaruh dalam segi apapun terutama pada pendidikan terhadap proses pembelajaran dan proses belajar mengajar yang lebih jelas dan mendalam guna dan tingkah lakunya. Psikologi pendidikan ini sangatlah penting dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini peran pendidik sangatlah berguna dan bermanfaat. Jika pendidik yang sukses mengajarkan peserta didik adalah sosok yang mampu memahami setiap masalah yang dialami peserta didiknya. Kemampuan ini bukan hanya dari aspek didiknya, mampu mengajar dengan baik, serta perilakunya dalam mengajar anak dengan baik didiknya. Kemampuan mengajar ini bukan dari faktor keturunan atau bukan hasil dari orang tuannya seorang yang mampu mengajar dengan baik, tapi dari faktor pengalamannya. Faktor pengalaman inilah yang menjadi hal terpenting untuk membangun daya motivasi dalam mengajar. Pada dasarnya psikologi pendidikan terdapa tiga (3) aspek yaitu yang pertama belajar, yaitu suatu kegiatan proses untuk menambah manusianya dari daya buruk ke lebih baik. Belajar ini merupakan perubahan kepribadian seseorang secara mendasar yang dapat dilihat atau tampak dari bentuk dan kualitas diri, perilakunya, pengetahuannya, siakp, kebiasaan, pemahaman, kreativitas, daya dalam berfikir serta kemampuan yang lain. Dengan belajar seseorang mampu menilai dirinya atau menilai kemampuan dari titik ukur tersebut. Yang kedua, proses belajar, yaitu langkah-langkah atau cara-cara yang khusus yang didalamnya menimbulkan perubahan-perubahan yang jelas agar mencapai hasil-hasil yang diinginkan atau yang telah ditentukan. Proses belajar bisa dimaksud tahapan-tahapan dari pembelajaran guna untuk menciptakan proses pembelajaran yang baik dan tepat pada diri anak didiknya. Yang ketiga, situasi belajar yaitu keadaan atau suasana dalam proses belajar mengajar di lingkungan, bik dari kegiatan atau aktivitas pembelajaran. Sistuasi belajar inilah yang terpenting dalam hal proses pembelajaran, jika suasana atau keadaanya tidak layak dan tidak bisa dikategorikan menjadi kegiatan atau aktivitas pembelajaran, maka berdampak pula pada segi peserta didiknya, peserta didiknya akan tidak nyaman sehingga kegiatan proses pembelajaran tidak berhasil. Oleh karena itu situasi belajar sangatlah penting. Yang keempat, psikologi pendidikan mencakup semua yang didasarkan pada karakter atau jiwa anak.Jika suatu psikologi anak terganguu, mungkin dari segi pendidikannya kurang bisa memenuhi tanggung jawab yang di berikan. Bagi anak-anak terutama anak-anak yang sedang duduk di bangku sekolah dasar (SD) mungkin bisa memulai berfikir dan merasakan dirinya dalam hal berkarakter atau sikapnya di dalam lingkungannya. Psikologi pendidikan ini juga mampu membuat anak yang biasanya tidak memperhatikan gurunya saat menerangkan atau menjelaskan dengan adanya pendidikan yang bersifat mendidik secara karakternya anak akan cenderung bisa merubah secara perlahan-lahan karena dalam usia yang di bia;ng kategori anak masih memiliki pemikiran yang polos dan mampu bisa merubah sikapnya. Juga bisa dari pihak pendidikannya yang memberikan contoh baik pada peserta didiknya, maka anak-anak akan meniru apa yang akan dilakukan pgurunya. Disinilah letak peran guru dalm proises pembelajaran. Guru adalah hal yang ditiru oleh anak muridnya, karena merka berfikir kalau gurunya adalah idolanya. Oleh karena itu guru sangatlah berperan dan bertanggung jawab atas perkembangan anak secara efektif. Pihak kepala sekolah adalah pihak utama dalam berlangsungnya proses pembelajaran. Jika dari kepala sekolahnya tidak bisa menjalankan tugasnya anak muridnya, juga ikut tidak berhasil dan bisa dikatakan sistem pendidikannya tidak berhasil.
Psikologi pendidikan mengatur segala bentuk tentang budi pekerti anak-anak. Pendidikan cenderung mengembangkan dari segi kualitas potensi, karakter dan sikap anak tersebut. Peserta didik akan lebih mengetahui banyak hal yang positif dari guru karena dari pendidikan psikologinya. Salah satu tujuan dari pendidikan itu sendiri adalah menciptakan menciptakan sikap moral dan watak siswa yang berbudi pekerti. Manusia yang berbudi pekerti akan lebih mampu berkembang lebih baik dari segi pendidikannya. Penerapan budi pekerti dalam bermasyarakat adalah dengan ikut serta dalam kegiatan kemaasyarakatan di dalamnya melibatkan hal-hal yang positif yang bisa menghasilkan individu yang lebih baik dan lebih bersifat kepemimpinan. Sebenarnya pendidikanbudi pekerti anak selam inbi sudah di terapkan dari aspek agamanya, karena sebagian di sekolah dasar mengunggulkan dari aspek agamanya misalnya dari pelajaran pendidikan Agama Islam atau pelajaran yang bertemakan akan agama. Di dalam pendidikan budi pekerti yang berdasarkan agamanya meliputi yaitu keimanan, ibadah, aklaq atau perilaku serta hal lainnya. Dengan hal ini penerapan pendidikan psikologi bisa berjalan dan mampu menciptakan individu yang dapat mengamalkan agamanya melalui kelakuannya dalam beragama atau beribadah. Oleh karena itu pendidikan budi pekerti adalah perbuatan manusia yang didasarkan pada pemikiran-pemikiran yang sesuai norma dan etika yang sedang berlangsung. Pendidikan budi pekert juga diartikan suatu usaha untuk menanamkan nilai-nilai moral pada diri peserta didik yang dala keseharian selalu berpegang teguh pada TuhanNya. Secara lebih mendasar pendidikan budi pekerti juga temasuk cakupan dari psikologi pendidikan. Tujuan dari pendidikan budi pekerti ini intinya sama dengan psikologi pendidikan, yaitu mewujudkan peserta didik yang baik dalam berkarakter, sikap atau perilaku, kemampuan berpotensi serta berakhlaq mulia.
Psikologi pendidikan mencakup semua yang didasarkan pada karakter atau jiwa anak.Jika suatu psikologi anak terganguu, mungkin dari segi pendidikannya kurang bisa memenuhi tanggung jawab yang di berikan. Bagi anak-anak terutama anak-anak yang sedang duduk di bangku sekolah dasar (SD) mungkin bisa memulai berfikir dan merasakan dirinya dalam hal berkarakter atau sikapnya di dalam lingkungannya. Psikologi pendidikan ini juga mampu membuat anak yang biasanya tidak memperhatikan gurunya saat menerangkan atau menjelaskan dengan adanya pendidikan yang bersifat mendidik secara karakternya anak akan cenderung bisa merubah secara perlahan-lahan karena dalam usia yang di bia;ng kategori anak masih memiliki pemikiran yang polos dan mampu bisa merubah sikapnya. Juga bisa dari pihak pendidikannya yang memberikan contoh baik pada peserta didiknya, maka anak-anak akan meniru apa yang akan dilakukan pgurunya. Disinilah letak peran guru dalm proises pembelajaran. Guru adalah hal yang ditiru oleh anak muridnya, karena merka berfikir kalau gurunya adalah idolanya. Oleh karena itu guru sangatlah berperan dan bertanggung jawab atas perkembangan anak secara efektif. Pihak kepala sekolah adalah pihak utama dalam berlangsungnya proses pembelajaran. Jika dari kepala sekolahnya tidak bisa menjalankan tugasnya anak muridnya, juga ikut tidak berhasil dan bisa dikatakan sistem pendidikannya tidak berhasil.
Dalam psikologi pendidikan kita perlunya memiliki manfaat yang membuat kelangsungan suatu psikologi pendidikan dengan baik. Oleh karena manfaat psikologi pendidikan jugalah yang membuat bahan motivasi suatu piha-pihak yang ingin menciptakan anak-anak yang memiliki karakter yang berbudi pekerti, manfaat psikolgi pendidikan adalah yang pertama, memahami setiap perbedaan siswa pada guru. Maksudnya setiap individu memiliki kemampuan-kemampuannya atau potensinya masing-masing yang berbeda-beda satu sama lainnya. Tidak mungkin setiap individu memliki kemampuan yang sama persis. Oleh karena itu guru perlunya bisa mengerti dan memahami perbedaan kemampuan setiap siswanya. Bukan hanya dari akademiknya saja tapi dari non akademiknya juga bisa membedakan. Juga serta bisa membedakan karakter anak-anak secara mendalam, karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Dengan pemahaman guru yang baik akan anak muridnya, maka guru dapat menciptakan hasil pemeblajaran yang memuaskan dan baik. Bukan hanya baik pada gurunya dan siswanya tapi juga dari sekolahnya yang bisa membaik dan berkembang karena sudah mampu menghasilkan kepribadian yang baik pada guru dan siswanya. Dari hal ini menimbulkan kepandaian secara tinggi muncul karena anak didiknya berhasil mengembangan potensinya dan karakternya yang baik secara maksimal. Yang kedua, dapat menciptakan kelas yang baik. Maksudnya adalah dalam proses belajar mengajaran dan pembelajaran pada anak jika didalam kelas suasana baik dan nyaman, anak didik akan lebih senang dikelas dan disekolah karena kelas mereka nyaman. Jika kelas atau suasana didalam kelas tidak mendukung dan bisa dikategorikan kurang layak, maka anak akan cenderung bosan dan tidak nyaman tinggal dikelas dan disekolah. Dalam hal ini proses psikologi pendidikan diperlukan, contohnya jika ada anak yang nakal berlarian-larian dikelas padahal ada gurunya yang sedang menjelaskan didepan kelas, karena hal ini tindak didukung karena pendidikan psikologi yang tidak diterapkan, hal ini akan menimbulkan dampak yang kurang baik dalam proses pembelajaran. Jika psikologi pendidikan diajarkan anak akan cenderung segan kepada gurunya karena penerapan dai psikologi pendidikan berhasil. Anak akan cenderung mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh gurunya, anak akan mengikuti apa yang telah dilakukan oleh gurunya. Didalam kelas guru mencontohkan hal yang negative pada anak, anak akan mengikuti dengan sendirinya karena mereka masih polos dan tidak mengerti apapun. yang ketiga, dapat membantu membuat media pembelajaran yang menarik. Maksudnya adalah dengan adanya psikologi pendidikan kita dapat mempelajari bagaimana media pembelajaran yang baik dan menarik untuk anak, agar anak tidak bosan dan tidak monoton dalam meneriam pembelajaran guru. Hal ini bertujuan untuk lebih mudah menyampaikan materi pada anak, anak akan cenderung lebih bisa memahami apa yang disampaikan gurunya. Media pembelajaran ini juga dipergunakan untuk anak lebih kreatif lagi daam belajar agar tidak memacu pada pembelajaran dari buku saj, tapi dari penerapan sehari-hari. Contoh dari media pembelajaran itu adalah menggunakan LCD proyektor agar anak lebih mengerti juga akan dunia teknologi dan juga agar tidak ketinggalan pada dunia globalisasi yang sangat pesat saaat ini, dengan speaker, poster, maupun alat peraga yang membuat anak lebih senang dan tertarik akan materi pembelajaran tersebut. Yang keempat, terhindar dari kesalahpahaman tentang penilaian. Artinya adalah biasanya sebagian guru sering tidak adil dalam membuat penilaian pada anak. kadang guru tidak adil dalam menilai anak. mereka sering membedakan anak yang kurang pandai akan cenderung nilai dari angka saja yang dinilai tapi perilakunya dalam belajar tidak dilihat. Sekarang bisa kia lihat anak yang pandai tapi tidak memiliki akhlaq yang baik tapi dia memliki kekayaan dari orang tuanya, guru akan memilih anka yang pandai, tapi tidak memiliki akhlaq yang baik tapi juga memliki kekayaan yang mampu, guru akan cenderung lebih segan pada orang tua itu, begiti sebaaliknya. Dengan adanya psikologi pendidikan, guru mampu bertindak lebih tegas dan adil terhadap penilaian anak-anak. Karena disinilah guru untuk mendidik anak menjadi seeorang yang lebih baik dan berkarakter tapi bukan menilai anak dari segi angka 1-10. Yang kelima, membantu dalam penyusunan jadwal pelajaran. Artinya adalah penyusunana jadwal pelajaran juga tidak terlepas dari psikologi pendidikan. Karena daam psikologi pendidikan mampu menciptakan pengajaran yang mampu menempatkan mata pelajaran atau materi pembelajarannya secara efektif dan mendasar sehingga siswa tidak merasa terbebani akan materi yang akan disampakan guru, jika anak-anak terutama anak SD yang menerima mata pelajaran yang banyak akan cenderung merasa bosan dan aak kecil masih belum bisa menerima materi teralu banyak. Yang keenam, membantu mengenali bakat siswanya. Artinya adalah dalam mempelajari psikologi pendidikan guru dapat mengenali bakat yang terpendalam yang ada pada diri siswanya. Dengan kata lain dengan guru bisa mengenali bakat iswanya, anak akan terus menggali potensinya atau bakat secara lebih mendalam, sehingga bakat tadi bisa tersalurkan dengan baik. Contoh bakat yang ada pada diri anak misalnya menari, menyanyi, menulis, membaca puisi, bermusik, melukis, menggambar, dan lain sebagainya.
4.3 Proses Pembelajaran Anak Secara Psikologi
4.3.1 Psikologi Anak
Psikologi merupakan ilmu yang mencakup pada perilaku atau tingkah laku mausianya. Pembelajaran secara psikologi artinya pembelajaran yang didalamnya mencakup tentang perilaku anak dalam aspek apapun, sehingga anak bisa melakukan proses pembelajaran secara baik dengan diselangi perilaku yang berbudi pekerti. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut manusia untuk berpikir lebih matang dan baru sehingga tidak ketinggalan akan zaman yang penuh dengan teknologi ini. Manusia juga dituntut untuk berusaha menelaah pembealajaran dengan berbagai aspek proses pembelajaraan dari lahir hingga usia lanjut. Hal ini sangat berpengaruh dari aktivitas pemelajarannya.
Setiap manusia pasti melakukan perbuatan atau perilaku yang baik dan mendidik. Bahkan mereka ssudah memiliki bakat yang sudah terlahir pada dirinya. Pembelajaran anak secara psikologi bisa diartikan dengan belajar mebuat karakter yang baik dan berkarakter yang sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan dapat menjadikan perilaku itu acuan dalam dirinya agar selalu bertindak seperti tanpa merubah apa yang telah dirancang sebelumnya. Pada dasarnya psikologi anak hal yang sangat biasa kita dengar, karena disetip sekolah pasti ada pembelajaran tenatang berkarakter yang baik, berperilaku yang baik.
UU No.20 Tahun 2003 mengemukakan bahwa Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, cakap, mandiri, dan ,menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dari isi UU tadi mkasudnya adalah tujuan dari pendidikan adalah untuk mengembangkan setiaqp potensin yang ada pada diri individu masing-masing yang contohnya adalah dari segi akhlaqnya. Perilaku memang mencerminkan diri manusia tersebut. Begitu pula dengan anak-anak yang perilakunya baik, karakternya juga baik, orang yang melihat anak yang berperilaku baik akan senang dan ikut bangga akan pengembangkan psikologinya yang berjalan dengan baik dan tepat.
Secara garis besar proses pembelajaran anak secara psikologi bisa disampaikan dalam bentuk menerapan dalam kehiduan sehari-hari. Bentuk itu bisa dari yang paling dasar adalah orang tuanya. Orang tua juga hal yang paling penting dalam pembentukan dan perkembangan ana dalam psikologinya yaitu karkaternya. Biasanya karakter anak dapat dilihat dari keturunan, jika ayah dan ibunya memiliki sifat yang angkuh, sombong, dan ingin menang sendiri anaknya juga akan ikut seperti itu karena faktor dari keturunan. Atau juga kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh orangtuanya yang kemudian anaknya mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Misalnya orang tuanya minum air dengan berdiri, secara agama dan karakter berperilaku minum harus dengan duduk, hal ini diakukan karena kebiasaan orang tua tersebut, sehingga otomatis anak akan meniru apa yang mereka jadikan contoh dalam rumah yaitu orang tua itu sendiri. Tapi terkadang orang tua mengalami kesalahpahaman, mereka akan memarahi anak-anak dengan tindakan atau periaku mereka yang kurang baik, padahal perilaku yang tidak baik itu berasal dari kesalahan orang tuanya sendiri.
4.3.2 Konsep Diri Psikologi Pendidikan
Dalam pembelajaran anak secara psikologi terdapat konsep yang harus dijalankan akan setiap pandangannya. Pembahasan tentang konsep diri dalam psikologi telah djelaskan. Setiap individu anak masing-masing pasti memiliki diri sosial yang berbeda, dalam konsep sosial kita diarahkan untuk lebih bisa bersifat bermasyarakat yang baik dan mampu dalam berkepemimpinan. Dalam konsep diri psikologi masyarakat adalah faktor yang penting dalam pembentukan konsep diri seseorang secara lebih mendalam dari segi karakternya.
Pada dasarnya pengembangan diri anak dalam psikologi pendidikan adalah tergantung pada dari anak tersebut, jika anak tersebut tidak yain akan apa yang ada pada dirinya, akan susah ntuk memulai pembelajarana anak terutama pembelajaran dalam psikologi. Misalnya anak dituntut untuk mengikuti kesenian menari tetapi anak tersebut tidak menyukainya, dia melakukannya bukan dari hatinya, bukan dari dirinya sendiri. Oleh karen aitu anak tidak boleh dituntut seperti ini, sperti itu, anak harus dikembangkan secara bebas tapi terkendali. Orang tua harusnya lebih mengerti akan keinginan, bakat, potensi dan kemampuan anak secara lebih mendalam.
Konsep diri ini belum ada waktu kita lahir, tapi kemudian berkembang secara bertahap untuk mengenal dan mengerti akan dirinya sendiri. Kesadaran dalam konsep diri ini muncul pada masa kita berusia 18 tahun. Pada usia ini sangatlah baik dalam menyaadari akan konsep dirimya, memahami akan dirinya sendiri, mau dimana arah diri kita ini akan bisa disadarkan dalam usia yang produktif ini.
4.3.3 Pemahaman Psikologi pada Anak SD
Pendidikan anak merupakan hal yang haru lebih diperhatikan oleh orang tua. Karen dengan anak-anak inilah masa depan negara kita bergantung pada pundak mereka. Jika mereka memiliki pendidikan yang bagu dan tinggi otomatis mereka mampu mengembangkan segala kemampuan mereka dalam hal apapun karena meraka berpendidikan. Dalam pendidikan bukan hanya dituntut untuk pandai secara akademiknya, tapi juga cara dia berkarakter. Jika dia sudah memiliki pendidikan yang bagis ditambah dengan dia karakternya yang baik, sempurnalah proses pendidikan itu. Pendidikan inilah yang dijadikan acuan untuk menjadikan generasi-generasi millennium yang mampu mengembangkan segala potensinya.
Pendidikan adalah modal kita untuk diterima di masyarakat. Karena hanya orang yang berpengetahuan yang bagus bia diterima dimasyarakat sebagai orang yang mampu membuat perubahan besar. Begitu pula dengan anak-anak SD sekarang jika ia memliki kepandaiannya saja buat apa. Dalam dunia pendidikan bukan hanya dibutuhkan dari segi kepandaiannyadan penegtahuannya saja. Tapi juga memiiki karakter yang baik.
Memahami psikologi pendidikan anak sangatlah penting untu dilakukan oleh para orang tua dan guru. Oleh karena itu, memahami psikologi pendidikan anak dengan baik, hal ini bisa diterapkan guru dalam mengajar untuk terus mengembangkan setiap potensi-potensi yang ada pada diri anak. Serta orang tua juga dapat diterapkan dalam mendidik anak dirumah agar anak tetap berusaha dengan baik dalam belajar dan sekolah serta bakat yang ingin salurkan, jika bakat ini tidak bisa tersalurkan akan sia-sia saja. Untuk memahami karakteristik anak bisa menggunakan cara pendalaman lebih lanjut kan karakter yang dimiliki anak, supaya guru lebih mengerti apa kemampuan anak. karena setiap anak memiliki karakternya masing-masing, sehingga cara memberikan atau menyampaikan pelajaran juga berbeda juga. Karena juga anak menerima materi itu semuanya juga berbeda cara menangkap materi tersebut.
Orang tua yang sudah dikatakan diatas, orang tua adalah dasar dimana tingkah laku atau karakter anak bisa terbangun. Hal iniah yang membuat peran orang tua sanagt dibutuhkan dalam perkembangan psikologi anak tersebut. Perlu diketahui juga masih banyak orang tua yang masih bingung dan belum mengerti cara memahami karakter anak-anaknya serta cara mendidik anak yang baik. Bahkan lebih parah lagi ada orang tua yang komunikassinya dengan anaknya kurang, sehingga anak kurang suka berbicara atau dididik oleh orang tuanya sendiri. Sehingga sangatlah buruk jika anak yidak menyukai orang tuanya. Padahal orang tua sangatlah penting dalam hal apapun, dari segi mendidik anak secara agamanya, moralnya, pendidikannya, perilakunya, serta cara dia berbicara kepada orang lebih dewasa. Untuk menghadapi situasi yang semacam ini anak yang kurang komunikasi dengan orang tuanya, atau memliki masalah dengan proses pembelajaran di sekolah,atau anak yang nakal, patutnya orang tua memperhatikan hal-hal adalah yang pertama adalah orang tua perlu mencari tahu masalah anak yang sulit mengerti akan nasihat orang tuanya. Banyak sekali orang tua yang mengeluh akan kelakuan anaknya yang nakal dan tidak peduli akan masa depannya nanti. Dalam hal ini orang tua tidak berhak untuk menyalahkan dari pihak anak, karena cara berpikir anka yang masih duduk dibangku SD belum mengerti akan masa depan, atau mereka belum mengerti akan rencana apa yang aka mereka lakukan dimasa depan. Berbeda dengan anak yang sudah menginjak di usia yang remaja ke dewasa, mereka akan cenderung lebih mengerti akan apa yang akan dilakukannya di masa depannya nanti. Dan disinilah upaya orang tua dalam menasihati anak harus dengan rasa hati-hati dan sesekali dengan rasa kasih sayang dalam memberikan nasihatnya. Orang tua juga harus memberikan motivasinya dalam mendidik anak, terkadang anak yang diberi nasihat terkadang membantah dan sering menolak apa yang diperintahkan orang tuanya. Cara memotivasi anak untuk mematuhi segala nasihat dan perintah orang tuanya adaah dengan cara orang tua memperhatikan anaknya secara efektif, agar anak meresa bahwaa orang tuanya perhatian ada anaknya dan sayang kepada anaknya. Menjalin hubungan yang baik dengan anak melalui komunikasi adalah hal yang diutamakan. Wajib seorang orang tua sayang kepada anaknya. Walaupun keadaan anaknya seperti apapun, kasih sayang orang tua tetap akan selalu ada. Yang kedu adalah menasihati anak tanpa unsur mencela. Anak adalah objek yang paling penting dalam menciptakan pendidikan yang bisa memajukan negara tersebut. Dalam mendidik anak tidak diperbolehkan untuk mencela anaknya. Jika anak dinasehati dengan cara mencela anaknya, anak akan motivasinya akan berkurang dan mudah putus asa, serta dalam proses pembelajarannya dia berkurang dan menurun. dengan mencela akan menbuat anak merasa tersinggung karena pencelaan tersebut, dan membuat anka membenci orang tuanya secara otomotis, karena mereka berpikir orang tuanya tidak sayang kepadanya karena dia sudah mencela anak tersebut. Dengan hal ini anak-anak tersakiti dengan perkataan orang tua tersebut, anak-ank akan cenderung tidak menganggap nasihat orang tua serta tidak memperdulikan orang tuanya. Contoh mencela anak dengan kata “bodoh”, “malas”. Dengan hal ini anak akan merasa malas belajar dan tidak ada motivasi dalam pembelajaran di sekolah. Pada dasarnya orang tua harus mendidik anak dengan baik dan kasih sayang yang baik. Sehingga anak bisa menjadi pribadi yang baik dari orang tua, anak adalah cerminan dari orang tuanya, jadi orang tua harus memberi hal yang baik dan mendidik dengan tepat. Jika benar-benar anak sangat nakal dan tidak bisa diberi nasihat, maka orang tua juga memiliki sifat yang tegas. Anak juga tidak harus dimanja, sekali-kali dengan ketegasan, agar anak sedikit merasa segan kepada orang tua, sehingga ada penghormatan anak kepada orang tua. Bisa kita lihat bahwa ada anak yang tidak ada sopan santun kepada orang tua. Contohnya adalah anak tidak ada sopan santunnya pada orang tua adalah saat anak tidak permisi saat melewati orang tua. Hal lain orang tua harus tau juga kenapa anak selalu membantah perkataan orang tua dan orang tua juga harus tau pokok permasalahan yang dialami akan tersebut. Tetapi jika permasalahan ini belum ada solusinya, disinilah titik dimana harus orang tua mencari solusi kepada konsultan tentang anak yang bisa menjawab permasalahan-permasalahan yang ada pada diri anak. Orang tua juga harus lebih mendekatkan diri pada anak agar anak lebih terbuka pada orang tua dan mau bercerita pada orang tua. Yang ketiga adalah orang tua harus bisa mencari hal-hal yang baru dalam mendidik. Bukan hanya seorang guru yang mencari hal-hal yang menarik dalam mendidik anak dalam proses belajar mengajar. Orang tua juga harus memilikinya. Dengan cara mendidik anak, peran orang tua adalah dengan cara memberikan jadwal keseharian kepada anak, bagaimana dia belajar jam berapa dia istirahat, dan kapan waktunya dia harus bermain. Dengan hal ini akan menjadi lebih disiplin dan teratur. Dan kedepannya dia akan berkelanjutan menjadi lebih displin. Orang tua harus lebih menarik dalam mendidik anaknya agar anak tidak bosan dengan program dalam mendidik anak. Seperti hal nya dalam memberikan anak makanan, ketika seorang ibu memasak dengan menu yang itu-itu saja tanpa mengganti menu-menu yang lain, anak akan menjadi bosan dan jenuh dengan makanan yang disajikan ibu, mereka ingin yang abru agar tidak menimbulkan kebosanan, jika anak menjadi bosan anak akan malas makan di rumah, dan tidak akan makan di rumah, mungkin mereka ingin makan diluar. Sehingga seorang ibu harus memiliki kreativitas dalam memberikan makanan.
Dari ketiga aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam mendidik anak terhadap orang tua bisa disimpulkan bahwa seorang orang tua harus lebih memperhatikan anaknya secara mendalam, agar bisa mengerti karakter anak, permasalahan yang diderita anak, dan juga perilaku mereka dalam berpikir dan berlakuan dalam belajar. Psikologi anak sangat tergantung dari didikan orang tuanya, jika orang tuanya mendidik anak dengan tidak baik, akan juga berdampak pada anak juga.
4.3.4 Kasus-Kasus Anak dalam Psikologi Pembelajaran Psikologi
Keberhasilan anak dalam mengembangkan potensinya dalam belajar adalah suatu puncak dalam pembelajaran psikologi. Dalam pembelajaran psikologi tidak dipungkiri bahwa psikologi berjalan dengan lancar. Tindakan-tindakan dilakukan anak-anak terkadang diluar akal kita. Fenomena dalam perilaku agresif adalah contohnya adalah perkelahian antar. Perkelahian antar anak sangat marak sekarang ini, bahkan di SD juga banyak anak yang berkelahi, permasahannya hanya karena saling mengatai satu sama lain. Dari hal ini tentang permasalahan emosinya dalam berkarakter. Permasalahan ini juga memacu untuk menimbulkan prestasinya yang menurun. Dalam bidang ini perkembangan emosional dan sosial serta perilaku sosial diantaranya diwujudkan dalam bentuk perilaku agresif.
Fenomena selanjutnya adalah membolos dan menyontek antar peserta didik. Fenomena ini sangat sering terjadi dalam berpendidikan karena anak-anak sekarang ini sudah terpengaruh dunia yang semakin maju ini. Menyontek adalah budaya yang sangat biasa di dunia pendidikan saat ini. Jadi kasus ini sangatlah sudah merajalela dikalangan anak SD saaat ini.
Dalam fenomena kasus-kasus ini membutuhkan pendekataan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah penelitian tentang menghasilkan data yang bersifat tertulis atau lisan dari orang-orang dan tingkah laku yang telah diamati. Dalam metodologi pendekatan kualitatif hanya berdasarkan oleh mempersempit ruang gerak gejala yang lebih natural. Dalam hal ini membutuhkan penelitian yang mendasar.
4.4 Proses Pembelajaran Anak di Lingkungan Sekitar
4.4.1 Lingkungan Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik dan peserta didik yang menjadikan sseorang berkompetensi. Lingkungan adalah tempat atau kondisi yang mencakup segala tentang sumber daya alam seperti tanah, air, udara, dan lainnya. Lingkungan yang baik dalam pembelajaran akan menimbulkan suasana belajar yang kondusif. Sehingga lingkungan pembelajaran adalah suasana yang ada didalam pembelajaran, misalnya dikelas. Jika dikelas suasananya tidak mendukung dan tidak layak , dan bisa dikatakan tidak berhasil alam lingkungan pembelajarannya. Dalam lingkungan pembelajaran hal yang paling ditekankan adlah suasana ada dalam kelas. Anak-anak cenderung mudah bosan di kelas, oleh karena itu, suasana kondusif yang diinginkan untuk membuat anka lebih mudah nyaman didalam kelas.
Contoh dari lingkungan pembelajaran yang baik adalah dikelas ada hiasan-hiasan yang menarik sehingga anak-anak betah dikelas, dan anka-anak bisa juga belajar lebih dalam kreativitasnya. Dan juga di kelas juga harus memiliki lingkungan yang bersih dan rapi, jika dilingkungan kelas tidak bersih, anak-anak dan gurunya juga merasa jenuh dan tidak nyaman dalam kelas. Dan jika banyak berserakan sampah menimbulkan kekumuhan yang menjadikan anak mudah marah dikelas karena adanya sampah berserakan tersebut.
Dalam lingkungan pembelajaran dari proses belajar mengajar bukan hanya dari suasana pembelajarannya saja, tapi juga dari prosesnya dalam berinteraksi dalam pembelajaran, yaitu dengan menerangkan dan penerimaan materi yang disampaikan pendidik peserta didik. Pendidik menerangkan didalam kelas dengan metode-metode yang diberikannya dan bagaimana seorag peserta didik menerimana, apakah menerima dengan baik atau malah dengan buruk. Apakah mereka paham tentang materi yang telah disampaikan guru dikelas. Dalam lingkungan pembelajaran juga berupa guru memberikan pertanyaan dan muridnya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.
Apabila dalam proses pembelajaran dengan memberikan pertanyaan, anak-anak tidak bisa menjawabnya, berarti materi yang disampaikan guru tidak bisa diserap oleh anak dan mungkin juga guru tersebut tidak bisa membuat anak memahami apa yang disampaikan guru. Dalam pembelajaran memahami materi adalah yang penting, seorang guru yang sedang menyampaikan materi juga harus memiliki kreativitas dalam menyampaikan materinya sehingga anak bisa paham untuk menerima materi tersebut. Materi pembelajaran tersebut bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari agar anak lebih paham, karena cara berpikir masih sangat dini, berbeda dengan orang yang udah dewasa. Karena pada hakekatnya setiap pembelajaran diciptakan sesuai tingkatan usianya.
Lingkungan pembelajaran juga berpengaruh dalam pola berpikir anak-anak. Karena dengan hal ini lingkungan pembelajaran melatih anak menjadi lebih belajarnya lebih optimal dan lebih baik. Serta anak-anak bisa lebih percaya diri dalam menerima pembelajaran maupun menjawab pertanyaan yang diajukan pada guru kepada peserta didiknya. Dengan adanya proses lingkungan pembelajaran bisa menjadi tolak ukur dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Dalam hal ini peserta didik perlu memahami juga situasi disekitar pembelajaran, jika dari peserta didiknya tidak memiliki kesadaran yang tinggi terhadap lingkngan pembelajaran.
Lingkungan pembelajaran merupakan suatu hal yang sangat berperan penting dalm proses kegiatan belajar mengajar, karena peserta didik memiliki respon otak yang sangat kuat, sehingga peserta didik mampu mengingat apa yang diberikan seperti materi yang diberikan kepada pendidik ke peserta didik dengan cara tertentu yang membuat respon otak di peserta didik dapat menangkap dan menyimpan di dalam sel-sel otak peserta didik. Agar peserta didik dapat merima rangsangan tersebut selain lingkungan sekitar yang memungkinkan peran berikutnya merupakan pendidik yang harus kreativ memberikan pola pengajaran yang baik dan diterima secara baik oleh peserta didik.
4.4.2 Pendidikan dalam Bermasyarakat
Pendidikan adalah usaha sadar untuk meningkatan atau mengembangkan potensi-potensi anak dalam belajar. Pendidikan bukan hanya dari sekolah dan dirumah. Pendidikan juga bisa didapat dari lingkungan bermasyarakat. Pada masa sekarang ini, pendidikan dalam masyarakat sanagat dibutuhkan ,karena hal ini menunjang dari segi kualitas kehidupannya. Tapi masih banyak orang kurang memahami tentang pentingnya pendidikan masyarakat. Pendidikan dimasyarakat dibutuhkan karena unruk membangun jiwa anak yang bagus dan baik. Serta di dalam pendidikan bermasyarakat melatih kita untuk bisa berbicara di depan publik, percaya diri didepan umum.
Pendidikan dimasyarakat misalnya adalah dengan organisasi dalam bermasyarakat yaitu karang taruna. Dengan karang taruna kita dlatih untuk berorganisasi. Dalam berorganisai tujuan untuk menghindar kemandiriannya dalam diri, untuk nmencapai tujuan bersama, sebagai tempat mendapatkan pembagian kerja dan jabatan, untuk menambah pengetahuan yang ada didalam organisasi ini. Serta untuk menambah pengalaman dlam bermasyarakat dan menambah teman.
Pendidikan dalam bermasyarakat memiliki manfaat yang membuat kita bisa merasakan jiwa kepemimpinan yang bisa membuat kita percaya diri. Dalam pendidikan masyarakat sangatlah berguna bagi kelangsungan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara. Dengan hal ini kita jadikan motivasi dalam berpendidikan masyarakat agar kita bisa diterima di dalam masyarakat. Karena kita memiliki pendidikan yang baik dan tepat.
KESIMPULAN
Dari yang sudah dijelaskan diatas, kesimpulan yang bisa kita peroleh adalah Pendidikan sangatlah penting bagi manusia, karena dengan pendidikan kita mampu menjadi manusia yang utuh dan kategori manusia yang sempurna. Pendidikan sangat berperan bagi perilaku dan sikap manusia, terutama pada perkembangan anak. Tujuan dari pendidikan pada anak adalah untuk menciptakan yang unggul, berkualitas dan berkarakter sehingga mampu atau memiliki pandangan yang kuat akan masa depannya. Serta memiliki motivasi diri untuk menjadi lebih baik dan berguna bagi dirinya, orang lain, dan bangsa Indonesia. Pendidikan juga bisa diartikan dengan bimbingan atau bahan percobaan anak agar menjadi pribadi yang mampu bertanggung jawab dan pendidikannya, masa depan dirinya.
Psikologi pendidikan adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusianya dan membahas tentang perilaku manusianya dalam pendidikan. Dalam proses pendidikannya melibatkan semua aspek atau pihak, bukan dari peserta didiknya saja tapi juga gurunya, kepala sekolahnya. Guru juga dalam berpendidikan juga harus memliki psikologi pendidikan yang baik. Tingkah laku gurunya dalam menyampaikan pengajarannya dengna baik, tingkah laku guru dalam mendidik anak-anak, apakah baik atau buruk. Peran inilah yang membuat guru lebih bertanggung jawab akan berlangsungnya aktivitas pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Aariaga,P & Pacheco,C. 2016. Effect of Clown Doctors On Child and Caregiver Anxiety at the Entrace to the Surgery Care Unit and Separation from Caregivers. The International Journal of Emotional Eduacation. Vol.8 No.1. https://www.um.edu.mt/library/oar/bitstream/handle/123456789/9991/v1i8p2.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Affifudin & Saaebani,B.A. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:Pustaka Setia.
Ahmadi,A.2007. Sosiologi Pendidikan.Jakarta:Rineka Cipta.
Hermino,A.2017. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung:Alfabeta.
Killing,I.Y & killing,B.N. 2015. Tinjauan Konsep Diri dan Dimensinya pada Anak dalam Masa Kanak-Kanak Akhir. Jurnal psikologi Pendidikan dan Konseling. Vol.1 No.2. http://ojs.unm.ac.id/index.php/JPPK.
Maesaroh,I & Genoni,P. 2009. School of Media,Culture and Creative Arts, Curtin University of Tecnologi,Perth,Australia. Education and Countinuing Professional Development for Indonesian Academic Librarians A Survey. Vol. 30 No. 8/9. www.emeraldinsight.com/0143-5124.htm
Mahmud & Suntana,I. 2012. Antropologi Pendidikan. Bandung : Pustaka Setia
Nurochim, Tumanggur,R., Ridho,K. 2010. Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Jakarta : Kencana
Salmiah. 2015. Perilaku Agresif dan Penanganannya (Studi Kasus pada Siswa SMP Negri 8 Makassar). Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling. Vol. 1 No.1. http://ojs.unm.ac.id/index.php/JPPK/article/view/1357 .
Salninova,G & Vokalova,L. 2015. Education in Counseling and in Psychothery with an Accent to Scenin Symbolic Work. http://www.uh.edu/education/degree-programs/couseling-med .
Su’dadah.2014.Pendidikan Budi Pekerti. Jurnal Kependidikan.Vol.11 No.1. https://media.neliti.com/media/publications/104395-ID-pendidikan-budi-pekerti-integrasi-nilai.pdf
Yulianti & Yuniasih,N.2016.Telaah Kurikulum dan Aplikasinya dalam Proses Belajar Mengajar. Malang:Media Sutra Atiga.
Hermino,A.2016.Challange of Multicultural Education on Asean Economi Community. Global Journal of Human Social Science. Vol.16, Issue 7.ISSN : 2249-460X & Print ISSN : 0975-587X. (Online).
Hermino,A.2017.Child Friendly School in Education Settings for Elementary School in the Papua Island of Indonesia. Global Journal of Human Social Science. Vol.17, Issue 1. ISSN : 2249-460X & Print ISSN : 0975-587X. (Online).
Hermino,A & Arifin,I. 2016. Character-Based Curriculum Management in the Catholic School. Internasional Journal of Innovation and Research in Education Sciences. Vol.3, Issue 2. ISSN: 2349-5219. (Online)
Hermino,A. 2017. Peace Education and Child Protectioon in Educational Settings for Elementary School in the West Papua of Indonesia. Asian Social Science. Vol.13, HerNo.8. ISSN : 1911-2017. DOI : https://doi.org/10.5539/ass.v.13n8p20. (Online). Diahses: July 25, 2017.
Arifin,A & Hermino,A.2017. The Importance of Multicultural Education in School in the Era of ASEAN Economic Community. Asian Social Science. Vol.13, No.4. ISSN : 1991-2017. DOI : http://doi.org/10.5539/ass.v13n4p78. (Online). Diahses: March 24,2017.
Hermino,A.2014.Manajemen Kurikulum Berbasis Karakter pada Satuan Pendidikan. Jurnal Pendidikan Humaniora. Vol.2,No.1. ISSN : 2338-8110. Diahses : Maret 2014. http://journal.um.ac.id/index.php/jph/article/download/4445/927 .
Hermino,A.2015. Pendidikan Karakter dalam Perspektif Psikologis Siswa Sekolah Menengah Pertama di Era Globalisasi dan Multikultural. Jurnal Peradaban. Jil.8. ISSN : 1985.6296. https://jice.um.edu.my/index.php/ADAB/article/download/4732/2558 .
Hermino,A & Luangsithydeth,V.2013. Pendidikan Karakter dalam Perspektif Psikologis Siswa Sekolah Menengah Pertama di Era Globalisasi dan Multikultural. Manajemen Pendidikan. Vol.24,No.2. https://ap.fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2015/05/volume-24-no.-223-33.pdf.
Hermino,A & Luangsithiderh,V.2017. Community Awarenes and Child-Frendly School at the District Nonghet, Northern of Lao PDR. Asian Social Science. Vol.13,No.11. DOI: https://doi.org/10.55.39_ass.vBnIIplog. (Online). Diahses: 11 November 2017.
Hermino, A. 2016. Implementation of School-Based Management Towards Peace Building and Child Protection in the Central Mountains Papua. International Conference on Education, Management, Administration and Leadership. DOI: 10.2291/icemal-16.2016.89. (Online). Diahses: 2016/12.